Thursday, June 8, 2017

Hal Menarik Tentang Boneka Toy Story

Dalam satu diantara peristiwa yang mengerikan, Buzz melihat iklan tv mengenai dianya, serta lihat beberapa rack toko mainan yang diisi beberapa ratus kembarannya yang di jual dalam kardus. (Credit : Disney/Pixar) Jual Hadiah Wisuda

Lagipula, beberapa adegan yang menggiring Buzz tahu kalau dianya di produksi dengan masal juga terlihat menakutkan karna sebagian argumen. Saat itu Buzz tidak dirumah Andy yang hangat, namun dirumah tetangga, dimana bocah bernama Sid repot memotong, melelehkan, serta memperlakukan semuanya mainan dengan jelek. Disini, klaim Woody yang menyampaikan “menjadi mainan jauh tambah baik dari pada pasukan luar angkasa” terlihat seperti omong kosong belaka.

Ke-2, ada satu tamparan keras saat Buzz melihat iklan tv mengenai dianya, serta lihat beberapa rack toko mainan yang diisi beberapa ratus kembarannya yang di jual dalam kardus.
Ketiga, yaitu reaksi Buzz, yang dapat dipahami, cukup terlalu berlebih. Sesudah meratap mengenai bualan kosmik yang kejam mengenai eksistensinya, Buzz mencopot stiker yang melekat di lengannya – adegan yang cukup mengganggu untuk siapa saja yang pernah mencopot plester dari tubuh mereka.
Buzz lalu menyatakan kemerdekaannya. Dia menyebutkan kalau ketentuan untuk jadi mainan atau bukanlah, ada di tangannya, serta lari menuju senja sembari mengatakan kalimat ikoniknya, “menuju tidak terbatas, serta melampauinya! ”

Tetapi dalam Toy Story pilihan itu tidak dibahas lebih jauh, Buzz segera singkirkan fikiran mengenai menyelamatkan galaksi di belakangnya, serta kembali pada pemiliknya, Andy.
Bila pesan dari umumnya film Hollywood yaitu, “Kamu dapat jadi apa pun yang kamu mimpikan”, pesan dari Toy Story yaitu, “tidak, kamu tidak dapat. ”
Finding NemoHak atas fotoDISNEY I PIXAR


Image caption
Finding Nemo di bangun lewat kekhawatiran bapak Nemo seseorang duda yang menjemput anaknya ke sekolah. (Credit : Disney/Pixar)
‘Jatuh dengan apik’
Itu yaitu pesan mengagumkan dewasa bahkan juga dalam satu film tindakan. Toy Story buat trend Pixar dalam membuat kartun untuk dewasa, bukanlah untuk anak. Pada 1995, Toy Story jadi pionir untuk trend itu.
Bila kita mengulas film Disney diluar dongeng putri kerajaan, karakter paling utama sebagai favorite yaitu pra-remaja : Pinocchio, Dumbo, Alice in Wonderland, Peterpan, Mowgli dalam film Jungle Book, Simba di Lion King (yang nampak satu tahun sebelumnya Toy Story).
Ada tokoh-tokoh dewasa dalam film-film itu, namun biasanya cuma untuk peranan pembantu saja. Toy Story membalikkan kebiasaan ini.
Kita tidak sering sekali lihat Andy, yang memiliki Buzz serta mainan yang lain, serta saat kita memandangnya, dia bakal terlihat seperti raksasa.
Karakter intinya, sebenarnya mencerminkan sikap orangtua, yang cuma menginginkan membahagiakan Andy, bahkan juga saat tahu kalau dia bakal beranjak dewasa serta meninggalkan mereka.

Si jenius John Lasseter, sutradara Toy Story serta sekalian kepala kreatif Pixar, menginginkan memikat juta-an anak-anak dengan film mengenai bagaimana sulitnya serta tidak berpamrihnya kehidupan ibu serta bapak mereka. 

No comments:

Post a Comment